Tingkatkan Kompetensi, Driver Ambulans Pekalongan Asah Skill Safety Driving dan Penanganan Darurat di Howard Johnson

PEKALONGAN – Keselamatan pasien selama proses evakuasi tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan alat medis, tetapi juga sangat bergantung pada kemampuan pengemudi ambulans dalam mengemudikan kendaraan serta memahami prosedur kegawatdaruratan. Berangkat dari kesadaran tersebut, digelar pelatihan bertajuk Keselamatan Berkendara (Safety Driving) dan Penanganan Kegawatdaruratan Pre-Hospital di Hotel Howard Johnson by Wyndham Pekalongan, Kamis (5/2/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pengemudi ambulans yang merupakan garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan. Para peserta berasal dari berbagai instansi, meliputi unit ambulans umum, pemerintah desa, hingga lembaga filantropi seperti LazisMu dan LazisNu. Kolaborasi ini merefleksikan komitmen bersama dalam meningkatkan standar pelayanan medis di wilayah Pekalongan.
Fokus utama dari pelatihan ini adalah memperkuat pemahaman pengemudi terhadap etika serta teknik berkendara yang aman dan terukur. Peserta tidak hanya dilatih untuk responsif, tetapi juga dibekali pengetahuan mendalam mengenai klasifikasi armada, standarisasi alat medis di dalam kendaraan, hingga regulasi hukum terkait prioritas di jalan raya. Selain ketangkasan mengemudi, aspek vital yang ditekankan adalah kemampuan penanganan pra-hospital, di mana pengemudi dilatih melakukan stabilisasi awal pasien. Kompetensi ini sangat menentukan keberhasilan penyelamatan nyawa korban sebelum mendapatkan tindakan medis lanjutan di rumah sakit.

Pelatihan ini disambut antusias oleh para peserta. Mereka menilai bahwa tugas pengemudi ambulans tidak sekadar mengemudikan kendaraan, melainkan memiliki peran penting sebagai bagian dari rantai penyelamatan dalam situasi darurat.
Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa pelatihan semacam ini sangat dibutuhkan oleh para pengemudi yang bertugas di lapangan. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkesinambungan, mengingat materi yang disampaikan memberikan wawasan dan pengalaman baru terkait operasional ambulans, terutama bagi pengemudi yang kerap berhadapan dengan kondisi kritis.
Panitia, melalui pernyataan tidak langsung, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi pengemudi merupakan wujud tanggung jawab moral lembaga kepada masyarakat. Dengan kemampuan pengemudi yang semakin baik, potensi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan ambulans dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kualitas penanganan pasien pada masa krusial penanganan awal.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan simulasi lapangan. Dalam sesi ini, para pengemudi mempraktikkan secara langsung respons terhadap berbagai skenario kegawatdaruratan. Melalui pelatihan ini, diharapkan pelayanan ambulans di Kota Pekalongan dapat terus meningkat menjadi lebih profesional, aman, dan sigap dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.